Inventory of herbs plants at three different locations in forest education of Mulawarman University, Samarinda, East Kalimantan, Indonesia

Authors

  • Rita Diana a:1:{s:5:"en_US";s:42:"Faculty of Forestry, Mulawarman University";}
  • Yasfini Hurum Mercury
  • Sutedjo

DOI:

https://doi.org/10.11594/jaab.02.01.02

Keywords:

Education forest, Herbaceous plants, Medicinal plants, Ornamental plants, Topography

Abstract

Many plants have the potential to be medicinal from the herbaceous group. Herbaceous plants have short, small steam and have a wet trunk because they contain many water and non-woody. This research aims to inventory species of herbaceous plants that can be medicinal plants and other uses in three different locations. The results showed that 12 species were found in the slope area, 340 individuals. The highest number of SDRn of 29.26% was Nephrolepis biserrata (SW.) Schott. In the ramp, the area has been found of 11 species of herbaceous, 215 individuals. The highest number of SDRn of 34.81% was Phrynium pubinerve Blume. In a hill, area has been found 16 species of herbaceous, 542 individuals. The highest number of SDRn of 38.72% was Phrynium pubinerve Blume. Dominance index (C) in three locations research was 0.26, 0.23 and 0.31. Similarity index (ISs) in three locations was 60.87% (slope-ramp: high), 59.26% (slope-hill: medium) and 57.14% (ramp-hill: medium). There were 11 species as medicinal plants, 17 species as ornamental plants, and 2 species as crafts.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anaputra, D., Miswan & Pitopang, R. (2015). Komposisi jenis tumbuhan herba di areal kampus Universitas Tadulako. Jurnal Biocelebes, 9 (2) 26–34. CrossRef

Atmoko, T., Gunawan, W., Emilia, F., Muklisi, Prayana, A. & Arifin Z. (2016). Budaya masyarakat dayak benuaq dan potensi flora hutan lembonah. Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam. https://www.forda-mof.org/files/Buku-Budaya-Masyarakat-Dayak-Benuaq-dan-Potensi-FLora-Hutan-Lembonah.pdf

Dalimartha, S., 2003. Atlas tumbuhan obat Indonesia Jilid 3. Puspa Swara.

Diana, R. & Matius, P. (2017). Inventarisasi tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan masyarakat suku dayak Lundayeh. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 1 (1) 49-58. CrossRef

Diana, R. & Andani, L. (2020). Keragaman jenis liana pada tutupan kanopi berbeda di hutan lindung Wehea, Kalimantan Timur. Penelitian Ekosistem Dipterokarpa, 6 (2) 149-156. CrossRef

Ghazoul, J. & Sheil, D. (2010). Tropical rain forest ecology, diversity, and conservation. Cifor. https://www.cifor.org/knowledge/publication/3105

Gusmalawati, D. & Mayasari, E. (2017). Karakteristik fisikokimiawi sari buah tapus (Curculigo latifolia Dryand) dengan metode ekstraksi osmosis. Ilmiah Teknosains, 3 (2) 77-81. CrossRef

Hartini, S. & Sahromi. (2016). Kebun raya amosir studi tentang kekayaan flora dan potensinya. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 2 (2) 243-249. CrossRef

Hasibuan, H., Rizallinda & Rusmiyanto, E. (2016). Inventarisasi jenis paku-pakuan (Pteridophyta) di hutan sebelah darat Kecamatan Sungai Ambawang Kalimantan Barat. Protobiont, 5 (1) 46-58. CrossRef

Hidayah, N., Diana, R., & Hastaniah, H. (2017). Keanekaragaman jenis liana pada paparan cahaya berbeda di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 1 (2) 145-153. CrossRef

Indrianti, G. (2014). Etnobotani tumbuhan obat yang digunakan suku anak dalam di Desa Tabun Keca-matan VII Koto Kabupaten Tebo Jambi. Sains dan Teknologi, 6 (1) 52-56. CrossRef

Irshad, S., Singh J., Jain, S. P. & Khanuja, S. P. S. (2006). Curculigo orchioides Geartn. (kali musali) an endangered medicinal plant of commercial value. Natural Products Radiance, 5 (5) 369-372. CrossRef

Karmilasari & Supartini. (2011). Keanekaragaman jenis tumbuhan obat dan pemanfaatannya di kawasan tane’ oleh Desa Setulang Malinau, Kalimantan Timur. Penelitian Ekosistem Dipterokarpa, 5 (1) 23-38. CrossRef

Kinho, J. (2009). Mengenal beberapa jenis tumbuhan paku di kawasan hutan payahe taman nasional Aketajawe Lolobata Maluku Utara. Balai Penelitian Kehutanan Manado. https://www.forda-mof.org/files/Mengenal_Jenis_Tumbuhan_Paku_Hutan_Payahe(compres).pdf

Kurniawati, E., Rusmiyanto, E. & Mukarlina. (2018). Pengaruh ekstrak daun paku resam (Gleichenia linearis Burm.) terhadap pertumbuhan gulma putri malu (Mimosa pudica L). Protobiont, 7 (1) 31-37. CrossRef

Lestari, G. & Kencana, I. P. (2015). Tanaman hias lanskap. Penebar Swadaya. https://www.penebarswadaya.com/shop/pertanian/tanaman-hias/tanaman-hias-lanskap-edisi-revisi/

Mukti, L. P. D., Sudarsono & Sulistyono. (2016). Keanekaragaman jenis tumbuhan obat dan pemanfaatannya di hutan Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Biologi, 5 (5) 9-19. CrossRef

Naibaho, A. T., 2018. Potensi tumbuhan obat di kawasan hutan lindung Samosir Kecamatan Bonggur Nihuta Kabupaten Samosir. [Unpublished graduate thesis]. Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara.

Noorcahyati. (2012). Tumbuhan berkhasiat obat etnis obat asli Kalimantan. Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam. Samboja. https://balitek-ksda.or.id/wp-content/uploads/2013/02/Buku-Tumbuhan-Berkhasiat-Obat-Etnis-Asli-Kalimantan-kcl.pdf

Noorcahyati & Arifin, Z. (2015). Tumbuhan berkhasiat obat etnis dayak meratus loksado Kalimantan Selatan dan upaya konservasi di KHDTK Samboja. Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam. Samboja. https://www.forda-mof.org//files/1_Etnobotani_Tumbuhan_Berkhasiat_Obat.pdf

Nurhaida, Usman, F. H. & Tavita, G. E. (2015). Studi etnobotani tumbuhan obat di Dusun Kelampuk Kecamatan Tanah Pinoh Barat Kabupaten Melawi. Jurnal Hutan Lestari 3 (4) 526-537. CrossRef

Nurrani, L. (2013). Pemanfaatan tradisional tumbuhan alam berkhasiat obat oleh masyarakat di sekitar Cagar Alam Tangale. Info Balai Penelitian Kehutanan Manado, 3 (1) 1-22. https://www.forda-mof.org/files/INFO_Manado_3.1.2013-1.Lis_Nurrani.pdf

Pratiwi, Jamal, Y., Wulansari, D., Fathoni, A., Palupi, K. D., Nurainas & Agusta, A. (2015). Skrining aktivitas antioksidan beberapa tumbuhan suku Zingibera-ceae. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 4 (3) 188-190.

Purnawan, R. (2016). Eksplorasi jenis tumbuhan herba berpotensi obat di taman wisata alam Situgunung Cisaat Sukabumi. FMIPA Universitas Pakuan. https://studylibid.com/doc/542096/eksplorasi-jenis-tumbuhan-herba-berpotensi-obat-di-taman

Putri, Y. N. Q., 2017. Morfologi tanaman dan fenologi pembungaan Tacca chantrieri Andre. [Unpublished graduate thesis]. Fakultas Pertanian Institut Per-tanian Bogor.

Royyani, M. F. & Rahayu, M. (2010). Pengetahuan lokal tumbuhan obat masyarakat Desa Dompo-dompo Jaya, Pulau Wawonii - Sulawesi Tenggara. Teknologi Lingkungan, 11 (2) 157-165. CrossRef

Siregar, E. S. & Pasaribu, N. (2008). Inventarisasi jenis-jenis Zingiberaceae di hutan Sibayak Sumatera Utara. Penelitian MIPA, 2(1)14-20. CrossRef

Soemarwoto, O & Conway, G. 1992. The javanese homegarden. Working Paper.

http://dlc.dlib.indiana.edu/dlc/bitstream/han-dle/10535/4070/The_Java

Soerotaroeno, I. H. (2009). Tanaman hias Indonesia. Penebar Swadaya.

Sulaiman, 2015. Inventarisasi jenis tumbuhan berpotensi hias di hutan pendidikan Fakultas Kehutanan Uni-versitas Mulawarman Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Samarinda Utara. [Unpublished gradu-ate thesis]. Fakultas Kehutanan Universitas Mula-warman.

Supriati R., Nurliana S. & Malau F. (2012). Keanekaragaman jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. Konservasi Hayati, 8 (1) 44-50. CrossRef

Suriyanto, I., Dirhamsyah, M. & Iskandar. (2015). Identifikasi jenis jahe-jahe liar (Zingiberaceae) di kawasan hutan lindung Gunung Ambawang Keca-matan Kubu Kabupaten Kubu Raya. Hutan Lestari, 4 (1) 65-71. CrossRef

Syabana, M. A., Rohmawati, I. & Ningsih, E. P. (2015). Pertumbuhan tanaman marasi (Curculigo latifolia) dengan perbedaan konsentrasi NAA (Napthalene Acetic Acid) dan BAP (Benzyl Amino Purine) secara in vitro. Jurnal Agroekoteknologi, 7 (1) 6-15. Cross-Ref Wahyuningtyas, P. (2017). Inventarisasi tumbuhan berkhasiat obat di kawasan air terjun Ngleyangan Kabupaten Kediri sebagai kajian biodiversitas lokal. FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri. http://simki.unpkediri.ac.id/maha-siswa/file_artikel/2017/12.1.01.06.0067.pdf

Wakur, Y., Sumakud, M. Y. M. A., Pengemanan, E. F. S. & Nurmawan, W. (2014). Pemanfaatan tumbuhan obat di Desa Rumoong, Rumoong Atas II, Tumaluntung, Tumaluntung I Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Cocos, 5 (2) 1-8. CrossRef

Wibisono, Y. & Azham, Z. (2017). Inventarisasi jenis tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat pada plot konservasi tumbuhan obat di KHDTK Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartenegara. Agrifor: Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan, 16 (1) 125-140. CrossRef

Wijana, N. (2014). Metode analisis vegetasi. Plantaxia

Downloads

Published

2021-04-14

How to Cite

Inventory of herbs plants at three different locations in forest education of Mulawarman University, Samarinda, East Kalimantan, Indonesia. (2021). Journal of Agriculture and Applied Biology, 2(1), 11-19. https://doi.org/10.11594/jaab.02.01.02